Picture1
image001

 MRIN Invited to Present Health Research at Two Prestigious Japanese Institutions

image002

The Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), the first private cancer research institution in Indonesia and part of the UPH Medical Sciences Group, recently took part in two international seminars organized by two of Japan’s top research institutions.  

 

At the Maritime Asian and Pacific Studies international symposium organized by Kyoto University’s Graduate School of Asian and African Area Studies on January 26-28, 2024, MRIN president Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D. presented research findings on disease burden — the impact of a health problem as measured by financial cost, mortality, morbidity, or other indicators — in the Wallacea region, which covers Sulawesi, Maluku, and Nusa Tenggara Islands. 

 

By applying the syndemic approach, Prof. Irawan with his team seek to investigate why and how certain diseases with high prevalence such as diabetes, hypertension and malaria interact with each other and increase their adverse effects on the health of communities, especially among the poor and vulnerable. Insight into this matter will help to inform policymakers in public health sector to allocate limited health care resources in a more targeted manner. 

 

MRIN was also invited to the 2nd ARISE Annual Meeting hosted by the National Center for Global Health and Medicine (NCGM) on February 5-8, 2024, in Tokyo. ARISE is an alliance of academic research organizations (AROs) established with the aim to promote multiregional clinical trials in ASEAN and East Asia. MRIN is one of the only two institutions from Indonesia to be members of ARISE and to participate in this international symposium. 

 

On this occasion, Prof. Irawan presented MRIN research idea to balance gut microbiota (microorganism that live in human digestive system) to improve the treatment of tuberculosis (TB) in Indonesia. This research is crucial as TB still poses serious public health threats to Indonesia, which ranks second in TB incidence worldwide after India. 

 

Meanwhile, on a separate session, MRIN executive director Dr. rer. nat. dr. Juandy Jo presented about the use of digital tools in clinical trial conducts in Indonesia, which is expected to contribute to the health database buildup in the country in line with the Health Ministry’s Blueprint of Transformation Strategy in Indonesia Health Digital 2024.  

 

As a follow-up of the 2nd ARISE Annual Meeting, two institutes in Japan, NCGM and Center for Clinical and Translational Research of Kyushu University will visit MRIN in February 2024 to discuss and set up Indonesia-Japan collaboration in clinical research.  

 

By continuing to build wider international networking and collaboration, MRIN hopes to elevate its global stature and contribute to medical advancements in Indonesia and beyond. 

MRIN Diundang Oleh Dua Institusi Bergengsi di Jepang Untuk Mempresentasikan Penelitian Kesehatan  

Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), lembaga penelitian kanker swasta pertama di Indonesia serta bagian dari Medical Sciences Group UPH, baru-baru ini berpartisipasi dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh dua lembaga penelitian terkemuka di Jepang. 

  

Pada simposium internasional Maritime Asian and Pacific Studies yang diselenggarakan oleh Graduate School of Asian and African Area Studies milik Kyoto University, pada tanggal 26-28 Januari 2024, Presiden MRIN Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D. mempresentasikan temuan penelitian mengenai beban penyakit – dampak masalah kesehatan yang diukur berdasarkan biaya, mortalitas, morbiditas, atau indikator lainnya – di kawasan Wallacea, yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Nusa Tenggara. 

  

Dengan menerapkan pendekatan sindemik, Prof. Irawan bersama timnya berupaya menyelidiki mengapa dan bagaimana penyakit tertentu dengan prevalensi tinggi seperti diabetes, hipertensi, dan malaria berinteraksi satu sama lain dan memperparah dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama di kalangan masyarakat miskin dan rentan. Pemahaman mengenai hal ini akan membantu memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan di sektor kesehatan masyarakat untuk mengalokasikan sumber daya layanan kesehatan yang terbatas dengan cara yang lebih tepat sasaran. 

  

MRIN juga diundang pada 2nd ARISE Annual Meeting yang diselenggarakan oleh National Center for Global Health and Medicine (NCGM) pada tanggal 5-8 Februari 2024 di Tokyo. ARISE adalah aliansi organisasi penelitian akademik (ARO) yang didirikan dengan tujuan untuk mempromosikan uji klinis lintas kawasan di ASEAN dan Asia Timur. MRIN merupakan satu dari hanya dua institusi asal Indonesia yang menjadi anggota ARISE dan berpartisipasi dalam simposium internasional ini. 

  

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Irawan memaparkan ide penelitian MRIN untuk menyeimbangkan mikrobiota usus (mikroorganisme yang hidup dalam sistem pencernaan manusia) untuk meningkatkan efektivitas pengobatan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Penelitian ini penting karena TB masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius bagi Indonesia, yang menempati peringkat kedua dalam kasus TB di dunia setelah India. 

  

Sementara itu, pada sesi terpisah, Direktur Eksekutif MRIN Dr. rer. nat. dr. Juandy Jo mempresentasikan pemanfaatan perangkat digital dalam pelaksanaan uji klinis di Indonesia yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan basis data kesehatan di tanah air sejalan dengan cetak biru strategi transformasi kesehatan Indonesia Health Digital 2024 yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan. 

  

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tahunan tersebut, dua lembaga penelitian Jepang yakni NCGM dan Center for Clinical and Translational Research milik Kyushu University, akan mengunjungi MRIN pada bulan Februari 2024 untuk membahas dan menjalin kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang penelitian klinis. 

  

Dengan terus membangun jaringan dan kolaborasi internasional yang lebih luas, MRIN berharap dapat meningkatkan reputasi internasionalnya dan berkontribusi terhadap kemajuan medis di Indonesia dan kawasan.